Awalnya aku hanya kagum padanya, melihatnya bersama sang adik yang mempunyai kekurangan. Banyak orang akan malu bila bersama seseorang yang memiliki kelebihan khusus seperti itu, namun rasa sayangnya mengalahkan rasa malu yang ada. Aku mengenalnya hanya sebatas tetangga dan anggota pengajian remaja dilingkungan RT, tapi Allah membawaku bertemu dia di tengah keputus-asaan ku mencari tempat kuliah.
Sikapnya yang ramah membuat semua orang senang berinteraksi dengannya, termaksud aku. Tapi lama-lama dia seakan acuh padaku nggak tau apa alasannya tapi mungkin dia tau perasaan ku terhadap jadi dia menghindari aku, ya entahlah.
Senyumnya dan tatapan matanya yang membuat rasa kagum ini berkembang menjadi rasa suka atau bahkan menjadi cinta, ya aku mencintainya tapi semua hanya kupendam sendiri. Aku tak punya daya dan keberanian untuk mengungkapkan perasaan ini, aku sadar segala kekurangan yang aku miliki. Andai ada satu kesempatan yang aku miliki dan ada sejuta rasa keberanian yang aku punya, aku akan ungkapkan perasaanku. Atau saat dia bertanya apa aku mencintainya dengan lantang akan kukatakan "Aku Cinta Padanya", aku ingin mendampinginya menjadi istri yang terbaik dan sholehah, dan ibu yang terbaik untuk anak2nya. Andai.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar